Tampilkan postingan dengan label Pascal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pascal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juni 2014

Mengenal dan Menggunakan Pengambilan Keputusan di Pascal

Pengambilan keputusan atau yang disebut juga Decision Making akan sangat kita perlukan dalam membangun aplikasi dengan bahasa pemrograman apapun. Saya sendiri sering menyebut istilah ini dengan penyeleksian kondisi. Jika ini maka itu, jika itu maka ini. kira kira begitulah logika dari Pengambilan keputusan ini yang dalam bahasa pemrograman pascal dikenal dengan istilah if then else.

Secara umum, Pascal mengenal dua buah metode decision making yang umum digunakan yaitu If then dan case of. Baiklah, Mari kita bahas satu persatu. Enjoy!

1. If Then

Adalah sebuah pengambilan keputusan dimana sebuah atau beberapa kondisi didefinisikan diawal pengecekan. sedangkan aksi akan dilakukan jika nilai return True. jika nilai False, maka aksi lain akan dieksekusi. Berikut adalah contohnya
program belajar;

var
nilaib : Integer;

begin
nilaib := 5;
if (nilaib<=10) then
writeln('Nilai B Lebih Kecil dari 10');
end.

Selain itu kita juga dapat menggunakan sub rutin percabangan dari If then else ini. berikut contohnya.
program belajar;

var
nilaib : Integer;

begin
nilaib := 12;
if (nilaib<=10) then
writeln('Nilai B Lebih Kecil dari 10') else
writeln('Nilai B Lebih Besar dari 10');
end.
Perlu diketahui bahwa jika ada lebih dari satu baris aksi (beberapa aksi/lebih dari 1) akan dilakukan jika kondisi terpenuhi maka harus diawali dengan begin dan diakhiri dengan end Jika tidak maka hanya aksi pertama yang akan dieksekusi. seperti contoh script berikut
program belajar;

var
nilaib : Integer;

begin
nilaib := 12;
if (nilaib<=10) then
begin
writeln('Nilai B Lebih Kecil dari 10');
writeln('Ini Aksi Kedua');
writeln('Ini Aksi Ketiga');
end else
begin
writeln('Ini Aksi Pertama');
writeln('Nilai B Lebih Besar dari 10');
writeln('Ini Aksi Ketiga');
end;
end.

2. Case Of

Berbeda dengan If then, Decision making jenis ini akan melakukan pengecekan terhadap suatu nilai dimana aksi akan diambil jika nilai tersebut sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Berikut contohnya suatu misal dalam program sederhana untuk mengecek grade nilai.
program belajar;

var
nilaib : integer;

begin
nilaib := 20;

case (nilaib) of
1..20 : writeln('Nilai yang Buruk Sekali');
21..40 : writeln('Nilai yang Buruk');
41..50 : writeln('Nilai yang Memprihatinkan');
51..60 : writeln('Nilai yang Lumayan');
61..70 : writeln('Nilai yang Cukup Baik');
71..80 : writeln('Nilai yang Baik');
81..90 : writeln('Nilai yang Baik Sekali');
91..100 : writeln('Nilai yang Sangat Memuaskan');
end;
end.

Sabtu, 31 Mei 2014

Mengenal dan Menggunakan Array di Pascal

Array adalah suatu bentuk struktur data yang terdiri dari beberapa variabel dengan tipe data yang sama dimana masing-masing nilai element memiliki nilai indeks. Array dikenal juga dalam sebutan larik. Array dapat diakses dengan menggunakan nilai indeksnya yang biasanya dimulai dari 0 (nol). Pengaksesan array biasanya menggunakan teknik perulangan. silahkan baca tentang perulangan di pascal disini.

Dalam Pascal sebuah variabel dengan tipe data array dapat kita definisikan sendiri index awal dan index akhirnya. Berikut adalah contoh pendeklarasian array dalam pascal.
var

{* Deklarasi array 1 Dimensi *}
data1 : array[1..10] of integer;
{* Deklarasi Array 2 Dimensi *}
data2 : array[1..10,1..10] of integer;
{* Deklarasi array Multidimensi *}
data3 : array[1..10,1..10,1..10] of integer;

Untuk mengakses atau memberikan nilai pada variabel yang bertipe data array kita harus mendefinisikan index yang akan kita akses. Suatu misal seperti berikut ini.
{* Memberikan Nilai Array 1 Dimensi *}
data1[1]:=10;
{* Memberikan Nilai Array 2 Dimensi *}
data2[1,1]:=20;
{* Memberikan Nilai Array Multdimensi *}
data3[1,1,1]:=30;

{* Mengakses Array 1 Dimensi *}
writeln(data1[1]);
{* Mengakses Array 2 Dimensi *}
writeln(data2[1,1]);
{* Mengakses Array Multidimensi *}
writeln(data3[1,1,1]);

Sayangnya, Jika kita menggunakan cara diatas untuk mengakses suatu array maka hal ini akan memakan banyak waktu maka seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya biasanya array akan diakses dengan menggunakan perulangan. berikut adalah contoh sederhananya.
program belajar;

var
{* Deklarasi array 1 Dimensi *}
data1 : array[1..10] of integer;
{* Deklarasi Array 2 Dimensi *}
data2 : array[1..10,1..10] of integer;
{* Deklarasi array Multidimensi *}
data3 : array[1..10,1..10,1..10] of integer;
i,j,k : integer;

begin
j := 1;
k := 1;
{* Memberikan Nilai Array *}
for i:=1 to 10 do
begin
{* Memberikan Nilai Array 1 Dimensi *}
data1[j]:=10;
{* Memberikan Nilai Array 2 Dimensi *}
data2[j,j]:=20;
{* Memberikan Nilai Array Multdimensi *}
data3[j,j,j]:=30;
j:=j+1;
end;

{* Mengakses Array *}
while (k<=10) do
begin
{* Mengakses Array 1 Dimensi *}
writeln('--- Array 1 Dimensi ---');
writeln('Index Ke : ',k);
writeln(data1[k]);
{* Mengakses Array 2 Dimensi *}
writeln('--- Array 2 Dimensi ---');
writeln('Index Ke : ',k);
writeln(data2[k,k]);
{* Mengakses Array Multidimensi *}
writeln('--- Array Multidimensi ---');
writeln('Index Ke : ',k);
writeln(data3[k,k,k]);
k:=k+1;
end;
end.

Jumat, 30 Mei 2014

Program Menghitung Grade Nilai dengan Pascal

Jika kita pintar bahasa pemrograman maka hal yang sulit dapat kita jadikan mudah. Sebut saja contohnya Kalkulator yang didalamnya berisi program operasi matematis sehingga kita dapat dengan mudah melakukan penjumlahan, perkalian, pembagian dan semacamnya yang jika dilakukan secara manual bisa jadi membutuhkan waktu ekstra. Tidak perlu jauh-jauh, Microsoft Word yang kita gunakan untuk mengetik selama ini adalah salah satu bentuk karya tangan seorang programmer.

Sebenarnya banyak sekali bahasa pemrograman yang bisa kita pelajari seperti pascal yang dapat dilanjutkan dengan IDE seperti Delphi atau Lazarus maka jika anda menyukai Delphi, sebaiknya sedari dini untuk memperdalam pascal karena syntax delphi diadopsi sepenuhnya dari Pascal.

Lepas dari itu semua, berikut saya sharing sebuah program sederhana yang mampu melakukan penyeleksian pada nilai yang diinputkan yaitu untuk menghitung Grade nilai. Penyeleksiannya dilakukan dengan menggunakan subrutin percabangan if then. Adapun contoh codingnya adalah sebagai berikut
program hitungnilai;
uses wincrt;

var
nilai : integer;

begin

Write('Masukan Nilai = '); readln(nilai);
if (nilai >= 90) then
Writeln('nilai = A') else
if (nilai > 80) then
Writeln('nilai = B+') else
if (nilai > 70) then
Writeln('nilai = B') else
if (nilai > 61) then
Writeln('nilai = C+') else
if (nilai > 50) then
Writeln('nilai = C') else
if (nilai > 30) then
Writeln('nilai = D') else
if (nilai > 0) then
Writeln('nilai = E');

end.

Mengenal Procedure dan Function di Pascal

Pascal dikenal juga dengan pemrograman prosedural. Meski demikian pascal juga mendukung pemrograman berorientasi objek (OOP). Dalam pascal, biasanya setiap proses dipisahkan menjadi program-program kecil yang disebut juga dengan Procedure dan Function. Hal inilah yang kemudian menjadikan Pascal trend menjadi bahasa pemrograman Prosedural.

Dengan memisahkan proses kedalam sub-sub program, artinya kedalam prosedur dan fungsi akan membuat program yang kita bangun menjadi lebih terstruktur karena setiap masalah akan dipecahkan oleh prosedure dan function tersebut. Logikanya, Jika anda memiliki masalah yang besar maka selesaikanlah secara perlahan step by step. Itulah Konsep pemrograman Pascal yang saya ketahui.

1. Procedure di Pascal

Prosedure merupakan sebuah program kecil yang tidak berada di blok program utama. Untuk membuat prosedure di pascal diawali dengan kata kunci procedure. Berikut adalah contoh Prosedure dalam pascal
program belajar;

Procedure Tambah;
var
satu,dua : Byte;
Begin
satu := 10;
dua := 5;
write(satu+dua);
End;

Begin
{* Pemanggilan Procedure*}
Tambah;
End.

2. Function di Pascal

Sama seperti procedure, Function merupakan sub program terpisah hanya saja perbedaannya fungsi akan memberikan return value (nilai balik) kepada program utama jika dijalankan itu sebabbya sebuah fungsi harus memiliki tipe data. Untuk membuat fungsi di pascal harus diawali dengan kata function. berikut contohnya
program belajar;
var
a,b,hasil : integer;

function nilaimax(a, b: integer): integer;
var
result : integer;
begin
if (a > b) then
result := a
else
result := b;
nilaimax := result;
end;

{* Pemanggilan Function *}
Begin
a := 50;
b := 60;
hasil := nilaimax(a,b);
writeln( 'Nilai Max Adalah : ',hasil);
End.

Menggunakan Perulangan di Pascal

Hal yang tidak kalah penting dalam belajar pemrograman komputer adalah memahami bagaimana konsep serta implementasi perulangan atau yang sering juga disebut dengan istilah looping karena dalam membangun aplikasi kita tidak akan pernah lepas dari perulangan. Looping diperlukan untuk mengeksekusi baris perintah (systax) tertentu secara berulang-ulang dalam waktu yang telah ditentukan.

Ambil saja contoh jika anda ingin mengetik kalimat "Saya Suka Pemrograman"  sebanyak 1000x atau lebih maka hal ini akan cukup memakan waktu tapi dengan menggunakan teknik looping hal itu bisa kita lakukan dalam hitungan detik. Mantap kan bisa bahasa pemrograman ? Dalam Pascal, ada tiga macam perulangan yang sering digunakan.

1. Perulangan While Do

Ini adalah jenis perulangan dimana kondisi didefinisikan diawal. Artinya Jika kondisi belum terpenuhi maka proses akan terus dilakukan. Suatu misal adalah contoh berikut akan melakukan perulangan selama nilai dari variabel bil lebih keci dari 5
program belajar;

var
bil : integer;

begin
bil:=0;
while (bil<=5) do
begin
writeln('Ini adalah Bilangan ke',bil);
bil:=bil+1;
end;
end.

2. Perulangan For Do

Perulangan yang selanjutnya adalah For Do. Jenis perulangan ini akan melakukan proses sebanyak yang kita definisikan. Contohnya adalah program sederhana berikut akan melakukan perulangan sebanyak 10 kali
program belajar;

var
i : integer;

begin
for i:=1 to 10 do
begin
writeln('Ini adalah Bilangan ke',i);
end;
end.

3. Perulangan Repeat Until

Ini sangat mirip dengan perulangan while do hanya aja kondisi didefinisikan diakhir. Artinya perulangan akan terus terjadi selama (Until) nilainya False. Contohnya adalah berikut ini. Perulangan akan dilakukan selama nilai i lebih kecil dari 10 dan selama itu juga nilai i akan terus ditambah dengan 1.
program belajar;
var
i : integer;

begin
i:=0;
repeat
writeln('Ini adalah Perulangan ke',i);
i:=i+1;
until i=10;
end.

Mengenal Macam-Macam Operator di Pascal

Dalam dunia Programming, kita akan banyak bekerja dengan Operator tapi jangan dikira ini operator warnet atau operator provider ya. Operator disini maksudnya adalah sebuah metode untuk memberitahu compiler tentang proses yang kita lakukan semisal proses matematis atau operasi untuk membandingkan dua buah nilai dan semacamnya. Pascal sendiri menggunakan beberapa operator sebagai berikut. Operator berikut adalah yang tergolong paling sering digunakan.

1. Operator Matematis

Seperti namanya, Operator ini akan banyak kita gunakan dalam mengoperasikan operasi-operasi matematis seperti penambahan, pengurangan, pembagian, Modulus, Divide ataupun perkalian. Berikut adalah contoh penggunaan operator matematis ini dalam program pascal
program belajar;

var
bil1,bil2 : integer;

begin
bil1 := 10;
bil2 := 5;
writeln('Hasil Penjumlahannya adalah = ',bil1+bil2);
writeln('Hasil Pengurangannya adalah = ',bil1-bil2);
writeln('Hasil Perkaliannya adalah = ',bil1*bil2);
end.

2. Operator Relational

Operator yang kedua adalah Relational, Operator ini digunakan untuk melakukan pembandingan nilai-nilai yang ada dalam variabel seperti lebih kecil, lebih besar, tidak sama dengan dan sebagainya. Berikut adalah contoh program sederhana penggunaan Operator Relational dengan Pascal
program belajar;

var
bil1,bil2 : integer;

begin
bil1 := 10;
bil2 := 5;
if (bil1 < bil2) then
writeln('Bilangan 1 Lebih Kecil dari Bilangan 2') else
writeln('Bilangan 1 Tidak Lebih Kecil dari Bilangan 2');
end.

3. Operator Boolean

Selain Dua Operator diatas, Pascal juga mengenal Operator Boolean. Operator ini biasanya digunakan untuk menghubungkan atau membandingkan nilai dalam variabel dimana hasil dari pembandingkan akan selalu bernilai true atau false. Contoh penggunaannya dalah sebagai berikut
program belajar;

var
bil1,bil2 : integer;

begin
bil1 := 10;
bil2 := 5;
if (bil2=0) and (bil1=0) then
writeln('Bilangan 1 dan Bilangan dua Kosong') else
writeln('Nilai Bilangan 1 =',bil1);
writeln('Nilai Bilangan 2 = ',bil2);
end.

Mengenal Tipe Data dan Variabel di Pascal

Pascal adalah salah satu bahasa Pemrograman komputer yang saat ini masih eksis dan memiliki cukup banyak peminat karena syntax yang digunakan masih tergolong mudah untuk dipahami. Pascal pertama kali dibuat oleh profesor Niklaus Wirth pada tahun 1971. Dinamai Pascal karena diambil dari nama seorang matematikawan asal prancis yang bernama Blaise Pascal. Profesor Niklaus membuat Pascal sebagai alat bantu belajar konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya.

Pascal membutuhkan compiler agar baris perintah (source code) yang kita ketikan dapat dilihat hasilnya. Anda dapat menggunakan TPW (Turbo Pascal Windows) yang dibuat oleh Borland atau menggunakan compiler free pascal yaitu Lazarus yang dapat anda download pada situs resminya disini

1. Penulisan Syntax di Pascal 

Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana membuat program dengan pascal, kita harus tahu bagaimana struktur dan aturan penulisan code dalam pascal. 

Pascal adalah bahasa pemrograman yang tidak case sensitive, artinya Huruf kecil dan huruf besar dalam penulisan kode adalah sama misalkan pelusian huruf a dan A hal ini dianggap sama oleh pascal. selain itu, dalam pascal setiap baris perintah (syntax) diakhiri dengan titik koma (;). Setiap penulisan code dalam pascal harus diawali dengan begin dan diakhiri dengan end. berikut adalah contoh program pascal yang akan mencetak kalimat Hallo Dunia. 
program belajar;
begin
writeln('Hallo Dunia');
end.

2. Tipe Data Pada Pascal

Dalam membuat program, kita perlu mengenal tipe data apa saja yang digunakan oleh bahasa pemrograman yang kita gunakan. Tipe Data mendefinisikan tentang data apa yang sedang kita olah (proses) sehingga dalam pemrosesan akan menjadi lebih mudah, suatu misal tidak munggkin menggunakan tipe data string dalam operasi matematis. Adapun Pascal menggunakan beberapa tipe data yang umum digunakan. Dapat anda lihat pada tabel berikut ini


No
Tipe Data
Keterangan
1
String
Untuk Kalimat/Kata
2
Char
Untuk Jenis Data Karakter
3
Integer
Untuk Angka (Bilangan Bulat)
4
Boolean
True/False
5
Byte
Angka dari 0-255
6
Real
Bilangan Pecahan

3. Variabel di Pascal

Selain hal diatas, hal utama yang perlu kita ketahui dalam mempelajari bahasa pemrograman adalah penggunan variabel. Variabel merupakan sebuah wadah yang menampung isi data yang kita olah. Dalam pascal, penulisan variabel diawali dengan kata var seperti contoh program sederhana berikut
program belajar;

var
kata : string;
angka : integer;

begin
kata:='Saya Belajar Pascal';
angka:=500;
writeln(kata);
writeln(angka);
end.